Customer Lifetime Value (CLV) adalah metrik kunci yang mengukur potensi keuntungan yang bisa didapat dari pelanggan sepanjang hubungan mereka dengan perusahaan. Namun, banyak bisnis yang kesulitan untuk menghitung dan memaksimalkan CLV, padahal metrik ini sangat berkaitan erat dengan strategi peningkatan customer retention untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutann.
Masalah utama dalam meningkatkan CLV adalah kurangnya pemahaman tentang bagaimana cara meningkatkan hubungan dengan pelanggan dan mempertahankan mereka. Banyak perusahaan yang fokus hanya pada akuisisi pelanggan baru, tanpa menyadari bahwa pelanggan yang sudah ada memiliki potensi keuntungan yang lebih besar.
Untuk mengetahui detailnya, simak ulasan lengkap kami tentang pengertian, formula hitung, dan strategi meningkatkan CLV untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, bisnis Anda bisa mencapai keuntungan yang lebih tinggi dan bertahan dalam jangka panjang.
- Customer Lifetime Value (CLV) mengukur proyeksi keuntungan yang bisa didapat dari pelanggan sepanjang hubungan mereka dengan perusahaan.
- Manfaat CLV mencakup mendorong loyalitas pelanggan, mengoptimalkan keuntungan, dan merencanakan strategi pemasaran yang lebih efektif.
- Cara meningkatkan customer lifetime value dapat dilakukan dengan meningkatkan layanan pelanggan, implementasi program loyalitas, dan personalisasi pengalaman pelanggan.
- Software CRM ScaleOcean dapat membantu bisnis mengelola data pelanggan, mempersonalisasi interaksi, dan meningkatkan CLV dengan solusi terintegrasi dan berbasis data.
1. Apa itu Customer Lifetime Value (CLV)?
Customer lifetime value (CLV) adalah total proyeksi pendapatan atau laba bersih yang diharapkan diperoleh perusahaan dari satu pelanggan sepanjang hubungan bisnis mereka. Metrik ini mengukur nilai jangka panjang pelanggan, bukan hanya dari satu transaksi saja, tetapi sepanjang interaksi mereka dengan bisnis bisnis Anda dan kontribusinya terhadap basis customer secara keseluruhan
CLV membantu perusahaan dalam memahami seberapa besar keuntungan yang bisa didapatkan dari setiap pelanggan dalam jangka waktu tertentu. Dengan mengetahui nilai jangka panjang ini, perusahaan dapat merencanakan strategi pemasaran yang lebih efektif, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya.
2. Cara Menghitung Customer Lifetime Value (CLV)
Terdapat dua teknik utama yang digunakan dalam menghitung Customer Lifetime Value (CLV), masing-masing dengan pendekatan yang berbeda. Berikut ini penjelasan mengenai kedua metode perhitungan tersebut:
- Predictive Customer Lifetime Value: Menggunakan teknologi AI untuk menganalisis perilaku pelanggan di masa lalu dan memperkirakan kemungkinan mereka untuk melakukan pembelian di masa depan.
- Historical Customer Lifetime Value: Menggunakan data transaksi yang sudah ada untuk memprediksi CLV, tanpa mempertimbangkan apakah pelanggan akan terus menggunakan produk di masa depan.
Untuk menghitung nilai customer lifetime value dapat dilakukan dengan rumus CLV yang cukup sederhana, yaitu:
CLV = Rata-rata nilai transaksi x (Jumlah transaksi dalam satu tahun x waktu retensi)
Formula CLV ini menggabungkan rata-rata nilai transaksi yang dilakukan pelanggan, jumlah transaksi dalam satu tahun, dan waktu retensi, yang merupakan durasi hubungan bisnis antara perusahaan dan pelanggan.
Waktu retensi sendiri bergantung pada jenis produk atau jasa yang ditawarkan, cara pelanggan mengonsumsi produk tersebut, serta tingkat customer churn rate yang dimiliki. Angka ini bisa bervariasi, sehingga penting untuk memahami siklus pelanggan dan memantau churn rate secara berkala agar CLV yang dihitung lebih akurat dan sesuai dengan kondisi bisnis.
3. Contoh Perhitungan Nilai Seumur Hidup Pelanggan (CLV)
Misalkan sebuah perusahaan Software-as-a-Service (SaaS) B2B memiliki data historis berikut:
- Rata-rata pelanggan membayar biaya langganan sebesar Rp5.000.000 per bulan.
- Setiap pelanggan melakukan 12 kali pembayaran dalam setahun.
- Rata-rata pelanggan bertahan menggunakan layanan selama 4 tahun.
CLV = Rp5.000.000 x 12 x 4
CLV = Rp5.000.000 x 48
CLV = Rp240.000.000
Dengan demikian, Customer Lifetime Value rata-rata setiap pelanggan adalah Rp240.000.000. Artinya, setiap klien yang diakuisisi berpotensi memberikan pendapatan total Rp240 juta selama mereka menjadi pelanggan. Angka ini dapat menjadi panduan penting untuk keputusan investasi pemasaran dan pengembangan produk.
4. Mengapa Bisnis Perlu Menghitung Nilai CLV?
Menghitung Customer Lifetime Value (CLV) dapat memberikan berbagai manfaat signifikan untuk bisnis. Berikut adalah alasan mengapa penting untuk menghitung CLV:
a. Mendorong Loyalitas Pelanggan
Dengan menghitung CLV, Anda dapat mengevaluasi pengalaman pelanggan dan menemukan area yang bisa diperbaiki untuk meningkatkan kepuasan mereka. Perubahan yang positif akan meningkatkan kesetiaan pelanggan, yang pada gilirannya membantu mempertahankan pelanggan dalam jangka panjang.
b. Mengoptimalkan Keuntungan Bisnis
Statistik dari Medium menunjukkan bahwa perusahaan cenderung mendapatkan lebih banyak profit dari pelanggan lama dibandingkan pelanggan baru yaitu sebanyak 67%. Dengan menghitung CLV, Anda dapat mengidentifikasi pelanggan yang paling berpotensi menghasilkan keuntungan dan merumuskan strategi untuk meningkatkan penjualan mereka.
c. Menentukan Strategi Pemasaran
Dengan mengetahui nilai CLV, Anda bisa mengetahui segmen konsumen yang paling menguntungkan. Melalui analisis RFM, perusahaan dapat membedakan mana pelanggan setia yang perlu dijaga dan mana pelanggan yang berisiko pergi, sehingga kampanye pemasaran dapat disesuaikan dengan pola perilaku unik masing-masing segmen.
d. Memperhitungkan Biaya Akuisisi Pelanggan
Mengetahui CLV membantu Anda mengalokasikan anggaran pemasaran secara efisien. Melalui bantuan lead management system, tim pemasaran dapat melacak sumber prospek mana yang memberikan nilai jangka panjang tertinggi, sehingga biaya akuisisi dapat difokuskan pada saluran yang menghasilkan pelanggan dengan retensi optimal.
Untuk membantu meningkatkan CLV, ScaleOcean CRM bisa menjadi solusi untuk mengelola data pelanggan dengan efektif. Dengan analitik yang kuat, Anda dapat mengidentifikasi pelanggan potensial, mempersonalisasi pengalaman mereka, dan merumuskan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.
5. Cara Meningkatkan Customer Lifetime Value
Beberapa cara yang dapat meningkatkan CLV secara signifikan antara lain meningkatkan layanan pelanggan, menggunakan program loyalitas, dan personalisasi pengalaman pelanggan. Berikut adalah beberapa strategi efektif yang dapat Anda implementasikan beserta perannya:
a. Tingkatkan Kualitas Layanan Pelanggan
Layanan pelanggan yang ramah adalah pilar utama retensi. Bagi bisnis dengan interaksi tatap muka, penggunaan visitor management software membantu menciptakan kesan pertama yang profesional dan efisien saat pelanggan berkunjung, sehingga mereka merasa dihargai sejak awal kedatangan.
Setiap interaksi layanan adalah kesempatan untuk memperkuat hubungan. Menyelesaikan masalah dengan cepat dan memuaskan dapat mengubah pelanggan yang tidak puas menjadi advokat merek yang setia. Layanan proaktif dan solutif secara langsung meningkatkan kepuasan dan loyalitas, yang pada akhirnya menaikkan CLV.
b. Implementasikan Program Loyalitas yang Menarik
Program loyalitas yang dirancang dengan baik memberikan insentif bagi pelanggan untuk terus bertransaksi dengan Anda. Brand loyalty adalah tingkat kesetiaan pelanggan terhadap merek Anda, yang bisa dibangun melalui program ini.
Program yang efektif akan mendorong pembelian berulang dan meningkatkan frekuensi transaksi. Hal ini sejalan dengan strategi penetrasi pasar dalam ansoff matrix, di mana fokus utama perusahaan adalah memaksimalkan potensi dari pelanggan yang sudah dimiliki agar memberikan kontribusi pendapatan yang lebih besar.
Kunci dari program loyalitas yang sukses adalah relevansi dan kemudahan. Pastikan imbalan yang ditawarkan benar-benar diinginkan oleh pelanggan Anda dan proses untuk mendapatkannya tidak rumit. Program yang efektif akan mendorong pembelian berulang dan meningkatkan frekuensi transaksi.
c. Personalisasi Pengalaman Pelanggan
Di era digital, pelanggan mengharapkan pengalaman yang dipersonalisasi. Manfaatkan data yang Anda kumpulkan untuk memahami preferensi, riwayat pembelian, dan perilaku setiap pelanggan. Gunakan wawasan ini untuk memberikan rekomendasi produk yang relevan, konten yang disesuaikan, dan komunikasi yang terasa personal.
Teknologi CRM modern memungkinkan personalisasi dalam skala besar, memastikan setiap pelanggan merasa dipahami sebagai individu. Dengan memahami berbagai fitur aplikasi CRM, Anda dapat menciptakan perjalanan pelanggan yang unik. Personalisasi yang mendalam tidak hanya meningkatkan keterlibatan tetapi juga mendorong pelanggan untuk membelanjakan lebih banyak.
d. Kumpulkan dan Analisis Umpan Balik Pelanggan
Secara aktif meminta dan menindaklanjuti umpan balik pelanggan menunjukkan bahwa Anda peduli dengan pendapat mereka. Gunakan survei, wawancara, atau ulasan online untuk memahami apa yang pelanggan sukai dan area mana yang memerlukan perbaikan. Umpan balik adalah sumber wawasan gratis untuk inovasi.
Jangan hanya mengumpulkan data, tetapi juga bertindak berdasarkan temuan tersebut. Ketika pelanggan melihat bahwa saran mereka diimplementasikan, itu membangun kepercayaan dan memperkuat hubungan. Siklus umpan balik yang tertutup ini membuat pelanggan merasa menjadi bagian dari evolusi produk Anda.
6. Tingkatkan Customer Lifetime Value (CLV) dengan Software CRM ScaleOcean
Mengelola data pelanggan secara manual sering kali memakan waktu, rentan kesalahan, dan menyulitkan tim penjualan maupun pemasaran, terutama saat harus mengumpulkan riwayat interaksi, pembelian, dan preferensi dari berbagai sumber. Di sinilah teknologi CRM menjadi solusi praktis.
Implementasi CRM pada bisnis dengan software seperti ScaleOcean memungkinkan integrasi semua data pelanggan ke dalam satu platform yang terpusat, memudahkan analisis, personalisasi, dan pengambilan keputusan berbasis data secara real-time.
Dengan fitur manajemen pelanggan terintegrasi dari CRM ScaleOcean, perusahaan dapat mengakses riwayat pembelian, komunikasi email, interaksi layanan pelanggan, hingga segmentasi berbasis CLV tanpa proses manual yang berulang.
Seluruh data akan otomatis tersusun rapi, siap digunakan untuk kampanye pemasaran yang relevan dan strategi retensi yang tepat sasaran. Beberapa fitur unggulan ScaleOcean dalam mendukung peningkatan CLV antara lain:
- Customer 360 View: Menggabungkan semua data dan interaksi pelanggan dalam satu tampilan terpadu.
- Advanced Segmentation: Memungkinkan segmentasi pelanggan berdasarkan CLV, perilaku pembelian, atau kriteria lain secara instan.
- Marketing Automation: Mengirimkan email onboarding, pengingat perpanjangan kontrak, atau penawaran upsell pada waktu yang tepat tanpa membebani tim.
- Real-Time Analytics Dashboard: Memantau customer lifetime value KPI dan metrik penting lainnya untuk evaluasi strategi retensi.
- Collaboration & Multi-User Access: Memungkinkan tim lintas divisi untuk mengakses, mengupdate, dan memanfaatkan data pelanggan secara bersamaan.
Dengan dukungan teknologi seperti ScaleOcean, implementasi CRM pada bisnis menjadi jembatan menuju efisiensi operasional, peningkatan loyalitas pelanggan, dan profitabilitas jangka panjang.
Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Anda secara Efektif
7. Kesimpulan
Customer Lifetime Value (CLV) adalah metrik penting yang mengukur potensi keuntungan yang dapat diperoleh dari pelanggan sepanjang hubungan mereka dengan perusahaan. Menghitung dan memahami CLV memungkinkan perusahaan untuk merancang strategi yang lebih efektif, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan mengoptimalkan keuntungan jangka panjang.
Untuk meningkatkan CLV, perusahaan perlu fokus pada peningkatan layanan pelanggan, implementasi program loyalitas, serta personalisasi pengalaman pelanggan. Dengan menciptakan pengalaman yang relevan dan berkesan, pelanggan akan merasa lebih terhubung, yang akan mendorong transaksi berulang dan membangun loyalitas yang kuat.
Untuk mendukung peningkatan CLV secara efisien, ScaleOcean menawarkan software CRM terintegrasi yang memudahkan manajemen data pelanggan, personalisasi interaksi, dan analisis berbasis data secara real-time. Coba demo gratis ScaleOcean sekarang dan optimalkan pengelolaan pelanggan serta CLV Anda!
FAQ:
1. Apa yang dimaksud dengan customer lifetime value?
Customer Lifetime Value (CLV) adalah pengukuran yang menghitung nilai total yang dapat dihasilkan oleh seorang pelanggan sepanjang hubungan mereka dengan perusahaan. Mengetahui CLV membantu perusahaan mengembangkan strategi untuk mempertahankan loyalitas pelanggan dan menjaga margin keuntungan.
2. Berapakah nilai CLV yang baik?
Nilai CLV yang baik setidaknya harus tiga kali lebih besar dibandingkan dengan Biaya Akuisisi Pelanggan (CAC). Ini memastikan bahwa perusahaan menghasilkan keuntungan lebih dari biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pelanggan baru.
3. Bagaimana cara menghitung CLV?
Untuk menghitung CLV, pertama hitung laba kotor dari penjualan selama periode tertentu. Laba kotor dihitung dengan mengurangi total biaya penjualan dari total penjualan. Ini memberikan gambaran apakah laba yang dihasilkan dari pelanggan meningkat atau menurun seiring waktu.
4. Cara Meningkatkan Customer Lifetime Value?
Berikut ini beberapa cara untuk meningkatkan CLV bisnis Anda:
1. Berikan promosi untuk menarik pelanggan tetap.
2. Hitung dan evaluasi kepuasan pelanggan secara rutin.
3. Optimalkan layanan pelanggan untuk meningkatkan pengalaman.
4. Personalisasi pengalaman pelanggan untuk meningkatkan keterikatan.





